Metro, 10 Desember 2025 — Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Muhammadiyah Metro mengimplementasikan hybrid learning sebagai bagian dari strategi peningkatan efektivitas pembelajaran. Model ini mengombinasikan perkuliahan tatap muka dan pembelajaran daring sehingga tercipta sinergi pembelajaran tatap muka dan daring yang mendukung kebutuhan mahasiswa. Dalam penerapannya, dosen memanfaatkan berbagai platform terutama SPADA UM Metro yang memungkinkan mahasiswa mengakses materi, mengerjakan tugas, dan mengikuti diskusi secara fleksibel. Sementara itu, sesi tatap muka digunakan untuk penguatan materi, praktik langsung, serta kegiatan kolaboratif yang membutuhkan interaksi kelas.

Hybrid learning juga diterapkan dalam beberapa aktivitas berbasis proyek. Mahasiswa diminta merancang media pembelajaran digital, membuat video edukasi, serta menyusun perangkat pembelajaran yang kemudian dipresentasikan secara luring maupun daring. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih variatif dan mendorong mahasiswa menguasai keterampilan teknologi yang relevan bagi calon pendidik PAUD.

Pelaksanaan hybrid learning dinilai membantu mahasiswa beradaptasi dengan ritme belajar yang lebih fleksibel, terutama bagi mereka yang menjalani magang atau kegiatan lapangan. Selain itu, dosen dapat memantau proses belajar melalui fitur evaluasi dalam platform digital, sehingga proses pembelajaran tetap berjalan efektif meskipun tidak seluruhnya dilakukan secara tatap muka.

Dengan penerapan hybrid learning ini, Prodi PIAUD UM Metro berharap tercipta lingkungan belajar yang lebih adaptif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan, serta mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesi pendidik anak usia dini di era digital.